Tingat okupansi atau keterisian ruang ritel fluktuatif di angka 80 persen. Pada 2019 kuartal I, menurut riset dari Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, tingkat okupansi ritel sebesar 88,3 persen dengan tingkat penyerapan menurun menjadi 20.200 meter persegi.
Selama lima tahun terakhir, tingkat okupansi terendah pada 2017 yakni sebesar 83,6 persen. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tenant yang tutup dan sedikitnya penambahan mall baru. (RA)
Sumber
Riset Jones Lang LaSalle (JLL) dan Colliers International Indonesia